Penjadwalan Prosesor, Manajemen Memori, dan Manajemen I/O
1) Penjadwalan Proses
Penjadwalan merupakan
kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan
dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan bertugas
memutuskan proses yang harus berjalan, kapan dan selama berapa lama
proses berjalan.
Kriteria yang digunakan untuk mengukur kualitas penjadwalan proses :
- Fairness atau pelayanan yang adil untuk semua pekerjaan
- Throughput atau memaksimumkan throughput. Throughput adalah jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu.
- Efficiency atau memaksimumkan pemakaian prosesor.
- Respone time atau meminimalkan respone time
- Meminimalkan Turn arround time. Turn arround time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan sistem.
Jangka penjadwalan adalah merupakan interval atau range waktu dimana sistem operasi melalukan. Jangka penjadwalan proses dibedakan menjadi tiga:
- Penjadwalan jangka pendek atau short term scheduling / low level scheduling, yaitu mengurus masuknya antrian siap ke prosesor serta antrian siap ke alat peripheral I/O, yang mengurus prioritas dan preempsi.
- Penjadwalan jangka medium atau medium term scheduling / intermediate level scheduling, yaitu mengurus terhadap proses yang dikeluarkan dari prosesor yang belum rampung dikerjakan dan melanjutkan pekerjaan proses tersebut di prosesor.
- Penjadwalan jangka panjang atau long term scheduling / high level scheduling, yaitu mengurus masuknya pekerjaan baru berupa penentuan pekerjaan baru mana yang boleh diterima dan tugas disini diubah menjadi proses
Microsoft windows menyediakan aplikasi task scheduler yang digunakan untuk mengelola penjadwalan suatu proses untuk mengerjakan suatu tugas tertentu. Aplikasi
Task Scheduler Xversi 1.0 disertakan pada Windows 2000, Windows XP dan
Windows Server 2003. Aplikasi Ini berjalan sebagai Windows Service,
definisi tugas dan jadwal yang tersimpan dalam file biner pekerjaan.
Tugas dapat dimanipulasi secara langsung dengan memanipulasi file
pekerjaan. Task Scheduler 2.0 diperkenalkan dengan Windows Vista dan
termasuk dalam Windows Server 2008 juga.
Selain menjalankan tugas pada waktu yang dijadwalkan atau interval tertentu , Task Scheduler 2.0 juga
mendukung kalender dan memicu berdasarkan aktivitas, seperti memulai
tugas ketika peristiwa tertentu dan login ke log peristiwa atau ketika
kombinasi peristiwa telah terjadi.
Aplikasi task scheduler meliputi 3 panel utama, yaitu:
- Task Scheduler Library, kolom ini akan membantu pengguna untuk melakukan navigasi diantara semua tugas yang ada.
- Task Scheduler Summary, bagian ini akan memperlihatkan informasi tentang tugas - tugas penting yang telah dibuat.
- Actions, melalui fungsi ini pengguna dapat membuat, menghapus, mengimport tugas, menjalankan mengaktifkan dan menon aktifkan tugas dan mengatur beberapa propertis untuk tugas yang spesifik.
2) Manajemen Memori
Menejemen memori di bagi menjadi 2 yaitu :
- a. Menejemen memori statis
Dengan pemartisian statis, jumlah, lokasi dan ukuran proses dimemori tidak beragam sepanjang waktu secara tetap.
- Menejemen memori dinamis
Dengan pemartisian dinamis, jumlah, lokasi dan ukuran proses memori dapat beragam sepanjang waktu secara dinamis.
- 1. Manajemen memori berdaasar alokasi memori:
- a. Alokasi memori berturutan
Alokasi memori secara berturutan adalah tiap proses menempati satu blok tunggal memori yang berturutan
Keunggulan :
- Sederhana
- Tak terbentuk lubang lubang memori bersebaran
- Proses dapat dieksekusi lebih cepat
Kelemahan:
- Dapat memboroskan memori
- Tidak dapat memuatkan proses jika tidak ada satu blok memori yang mencukupi
- b. Alokasi memori tak berturutan
Program
dibagi menjadi beberapa blok atau segmen. Blokblok program ditempatkan
di memori dalam potonganpotongan tanpa perlu saling berdekatan. Teknik ini biasa digunakan pada system memori maya sebagai alokasi pagepage dilakukan secara global.
Keunggulan:
- Sistem dapat memanfaatkan memori utama secara lebih efisien
- System operasi masih mampu memuatkan proses bila jumlah total lubanglubang memori cukup untuk memuat proses yang akan dieksekusi
Kelemahan:
- Pengendalian lebih rumit dan sulit
- Kemungkinan terjadi banyak lubang memori yang tak terpakai bersebaran
- 2. Manajemen memori berdasarkan keberadaan
- a. Manajemen memori dengan swapping
Manajemen memori dengan pemindahan citra proses antara memori utama dengan disk selama eksekusi.
- b. Manajemen memori tanpa swapping
Manajemen memori tanpa pemindahan citra proses antara memori utama dengan disk selama eksekusi
- 3. Manajemen memori tanpa swapping
Terdiri dari :
- a. Monoprogramming
Monoprogramming
sderhana tanpa swapping merupakan manajemen memori sederhana. Sistem
computer hanya mengijinkan satu program pemakai berjalan pada satu
waktu. Semua sumber daya sepenuhnya dikuasai proses yang sedang
berjalan.
Ciriciri:
- Hanya satu proses pada satu saat
- Hanya satu proses menggunakan semua memori
- Pemakai memuatkan program ke seluruh memori dari disk/tape
- Program mengambil alih kendali seluruh mesin
Karena hanya terdapat satu proses dan menguasai seluruh sistem maka alokasi memori dilakukan secara berturutan
Embedded system
Teknik
monoprogramming masih dipakai untuk sistem kecil yaitu system tempelan
(Embedded sitem) yang terdapat pada system lain. Sistem tempelan
menggunakan mikroprosessor kecil. Sistem ini biasanya mengendalikn suatu
alat sehingga bersifat intelejen(intelejentdevice) dalam menyediakan
satu fungsi spesifik.
Proteksi pada monoprogramming sederhana
Pada monoprogramming pemakai memiliki kendali penuh terhadapmemori utama.Memori terbagi menjadi 3 bagian , yaitu
- Bagian rutin system operasi
- Bagian program pemakai
- Bagian yang tidak digunakan
Masalah proteksi di monoprogramming adalah cara untuk melindungi
rutin system operasi dari penghancuran program pemakai. Program
pemakai dapat tersesat sehingga memanipulasi atau menempati ruang
memori rutin system operasi. Aktivitas ini dapat merusak system operasi.
Proteksi diimplementasikan dengan menggunakan satu register batas di
processor. Setiap kali program pemakai mengacu alamat memori
dibandingkan dengan register batas untuk memastikan proses tidak
pemakai tidak merusak system operasi, yaitu tidak melewati nilai register
batas.
rutin system operasi dari penghancuran program pemakai. Program
pemakai dapat tersesat sehingga memanipulasi atau menempati ruang
memori rutin system operasi. Aktivitas ini dapat merusak system operasi.
Proteksi diimplementasikan dengan menggunakan satu register batas di
processor. Setiap kali program pemakai mengacu alamat memori
dibandingkan dengan register batas untuk memastikan proses tidak
pemakai tidak merusak system operasi, yaitu tidak melewati nilai register
batas.
Register
batas berisi alamat memori tertinggi yang dipakai system operasi.Jika
program pemakai mencoba memasuki system operasi, instruksi diintersepsi
dan job diakhiri dan diberi pesan kesalahan.
- b. Multiprogramming dengan pemartisian statis
Alasan penggunaan multiprogramming:
- Mempermudah programmer
- Agar dapat memberikan layanan interaktif ke beberpapa orang secara
simultan
- Efisiensi penggunaan sumber daya
- Eksekusi lebih mudah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses kecil
- Dapat mengerjakan sejumlah job secara simultan
Strategi penempatan program ke paritisi
a. Strategi penempatan pada pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran
sama.Penempatan proses ke memori dilakukan secara mudah karena dapat dipilih sembarang partisi yang kosong.
b. Strategi penempatan pada pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran
berbeda.
Relokasi.
Adalah
masalah penempatan proses sesuai alamat fisik sehubungan alamat partisi
memori dimana proses ditempatkan. Proses dapat ditempatkan pada
partisi-partisi berbeda menurut keadaan sistem saat itu. Pengalamatan
fisik secara absolut untuk proses tidak dapat dilakukan.
Proteksi pada Multiprogramming
Masalah
proteksi pada banyak partisi dengan banyak proses di satu system secara
bersamaan dikhawatirkan proses menggunakan atau modifikas idaerah yang
dikuasai proses lain.Pada komputer IBM 360 membagi memori menjadi
blok-blok,tiap blok ditambah 4 bit kode proteksi. Proses juga mempunyai
PSW (programstatus Word) yang antar lain berisi status proteksi. Status
proteksi berisi 4bit yang merupakan kunci dalam pengasesan memori.Proses
hanya diijinkan mengakses blok blok memori yang berkode proteksi sama
dengan kode proteksi yang dimiliki PSW proses.Solusi lain adalah dengan
base register dan limit register. Base register diisi alamat awal
partisi dan limit register diisi panjang partisi. Setiap alamat yang
dihasilkan secara otomatis ditambah dengan nilai base register.Instruksi
yang mengacu pada alamat yang melebihi limit register akan menimbulkan
trap yang memberi tahu system operasi bahwa telah terjadi pelanggaran
akses memori.
Fragmentasi pada pemartisian statis
- Fragmentasi internal, yaitu proses tidak mengisi penuh partisi yangtelah ditetapkan untuk proses
- Fragmentasi eksternal, partisi dapat tidak digunakan karena ukuranpartisi lebih kecil dibandingkan ukuran proses yang menunggu diantrian, sehingga tidak digunakan.
- 4. Menejemen memori pada multi programming
Multiprogramming dengan swapping.
Pada
sistem batch, organisasi memori dengan pemartisian tetap telah efektif.
Selama jumlah proses yang terseduan dapat membuat pemroses sibuk, tak
ada alasaan menggunakanan teknik lebih rumit. Pada sistem timesharing,
situasinya berbeda, umumnya terdapat lebih banyak proses dibanding
memori yang tersedia untuk memuat seluruh proses. Dengan demikian perlu
menyimpan proses-proses yang tidak termuat ke disk. Untuk menjalankan
proses-proses yang akan dieksekusi, proseproses itu harus telah masuk
memori utama. Pemindahan proses dari memori utama ke disk dan
sebaliknya di sebut swapping. Dengan swapping, multiprogramming pada
sistem time sharing dapt ditingkatkan kinerjanya yaitu dengan memindah
proses-proses blocked ke disk dan hanya memasukkkan proses-proses ready
ke memori utama. Beragam masalah harus diatasi multiprogramming dengan
swapping, antara lain :
a. Pemartisian secara dinamis.
b. Strategi pencatatan pemakaian memori.
c. Algoritma penempatan proses ke memori.
d. Strategi penempatan ruang swap pada disk.
Multiprogramming dengan pemartisian dinamis
Pemartisian
statis tidak menarik karena terlalu banyak diboroskan proses-proses
yang lebih kecil dibanding partisi yang ditempatinya. Dengan pemartisian
dinamis maka jumlah, lokasi dan ukuran proses di memori dapat beragam
sepanjang waktu secara dinamis. Proses yang akan masuk ke memori segera
dibuatkan paritisi untuknya sesuai kebutuhannya. Teknik ini meningkatkan
utilitasi memori.
Kelemahan pemartisian dinamis adalah :
a. Dapat terjadi lubang-lubang kecil memori di antara partisi-partisi yang dipakai.
b. Merumitkan alokasi dan dealokasi memori.
5. Pencatatan pemakain memori
Memori yang tersedia harus dikelola, dilakukan dengan pencatatan pemakaian
memori. Terdapat dua cara utama pencatatan pemakaian memori, yaitu :
- Pencatatan memakai peta bit.
Memori dibagi menjadi unit-unit alokasi,berkorespondensi dengan tiap unit
alokasi adalah satu bit pada bit map.
* Nilai 0 pada peta bit berarti unit itu masih bebas.
* Nilai 1 berarti unit digunakan.
Masalah pada peta bit adalah penetapan mengenai ukuran unit alokasi
memori, yaitu :
* Unit lokasi memori berukuran kecil berarti membesarkan ukuran peta bit.
* Unit alokasi memori n berukuran besar berarti peta bit kecil tapi memori
banyak disiakan pada unit terakhir jika ukuran proses bukan kelipatan unit
alokasi.
Keunggulan :
* Dealokasi dapat dilakukan secara mudah, hanya tinggal menset bit yang
berkorespondensi dengan unit yang telah tidak digunakan dengan 0.
Kelemahan :
* Harus dilakukan penghitungan blok lubang memori saat unit memori bebas.
* Memerlukan ukutan bit map besar untuk memori yang besar.
- Pencatatan memakai senarai berkait.
Sistem
operasi mengelola senarai berkait (linked list) untuk segmen-segmen
memori yang telah dialokasikan dan bebas. Segmen memori menyatakan
memori untuk proses atau memori yang bebas (lubang). Senarai segmen
diurutkan sesuai alamat blok.
Keunggulan :
* Tidak harus dilakukan perhitungan blok lubang memori karena sudah
tercatat di node.
* Memori yang diperlukan relatif lebih kecil.
Kelemahan :
* Dealokasi sulit dilakukan karena terjadi berbagai operasi penggabungan
node-nude di senarai.
6. Penggunaan memori
§ Pencocokan ukuran informasi ke penggalan memori kerja di sebut sebagai fit
§ Bagian dari memori kerja yang tidak terpakai dan letaknya tersebar di banyak wilayah memori kerja disebut sebagai fragmen.
§ Peristiwa terjadinya fragmen disebut fragmentasi.
7. Pencocokan(fit) dan fragmentasi
Beberapa jenis strategi pencocokan antara lain :
1. Cocok pertama / First fit algorithm
Pencocokan
terjadi menurut antrian informasi, informasi yang terdepan dicocokkan
terlebih dahulu dan menurut urutan penggalan, penggalan yang terdepan
dicocokkan terlebih dahulu. Contoh : Antrian informasi setiap ukuran.
2. Cocok pertama berdaur / Cyclical first fit
Pencocokan
tidak harus dimulai dari urutan penggalan memori pertama.Contoh :
informasi 2K telah menempati penggalan 4 K, pencocokan cocok pertama
berdaur bagi informasi 1K tidak lagi mencoba penggalan 4K tetapi 3K dan
karena penggalan memori ini dapat menampung informasi tersebut, maka
pada cocok pertama berdaur informasi 1K menempati memori 3K.
3. Cocok terbaik / best fit
Mencari
penggalan memori yang dapat menampung informasi yang paling pas / tidak
ada memori di penggalan yang tersisa / sisanya yang paling
kecil.Contohnya informasi pertama 2K mencari penggalan informasi yang
terpas yaitu pada penggalan memori 2K juga / tidak ada sisa.
4. Cocok terburuk / worst fit
Kebalikan
dari cocok terbaik yaitu akan menempati penggalan yang ukurannya
terbesar sehingga banyak ruang memori pada penggalan itu yang tidak
terpakai.Contohnya informasi 2K akan menempati penggalan berukuran 6K
sisa yang tidak terpakai = 4K.
8. Fragmentasi
Fragmentasi yaitu penyiaan/pemborosan memori akan terjadi pada setiap organisasi penyimpanan.
Fragmentasi pada pemartisian tetap terjadi adalah :
a. Fragmentasi internal.
Proses tidak mengisi penuh partisi yang telah ditetapkan untuk proses.
b. Fragmentasi ekstenal.
Partisi
dapat tidak digunakan karena ukuran partisi lebih kecil dibanding
ukuran proses yang menunggu di antrian, sehingga tidak digunakan.
Untuk
sistem-sistem tanpa swapping (pemindahan lokasi proses), maka
fragmentasi-fragmentasi tidak dapat dikurangi. Pada sistem-sistem dengan
swapping, sistem lebih intelijen karena dapat melakukan beberapa
altenatif mengatasi fragmentasi eksternal.
9. Sistem Buddy
Sistem
buddy adalah algoritma pengelolaan memori yang memanfaatkan kelebihan
penggunaan bilangan biner dalam pegalamatan memori. Karakteristik
bilangan biner digunakan untuk mempercepat penggabungan lubang-lubang
berdekatan ketika proses terakhir atau dikeluarkan.Manajer memori
mengelola senarai blok-blok bebas berukuran 1, 2, 4, 8, 16 byte dan
seterusnya sampai kapasita memori. Pada komputer dengan 1 Mbyte memori
maka dapat terdapat 21 senarai yaitu dari 1 byte sampai 1 Mbyte.
Keunggulan :
·
Sistem buddy mempunyai keunggulan dibanding algoritma-algoritma yang
mengurutkan blok-blok berdasarkan ukuran. Ketika blok berukuran 2k
dibebaskan, maka manajer memori hanya mencari pada senarai lubang 2k
untuk memeriksa apakah dapat dilakukan penggabungan. Pada
algoritma-algoritma lain yang memungkinkan blok-blok memori dipecah
dalam sembarang ukuran, seluruh senarai harus dicari.
· Dealokasi pada sistem buddy dapat dilakukan dengan cepat.
Kelemahan :
·
Utilisasi memori pada sistem buddy sangat tidak
efisien.Masalah ini muncul dari dari kenyataan bahwa semua permintaan
dibulatkan ke 2k terdekat yang dapat memuat. Proses berukuran 35 kb
harus dialokasikandi 64 kb, terdapat 29 kb yang disiakan. Overhead ini
disebut fragmentasi internal karena memori yang disiakan adalah internal
terhadap segmen-segmenyang dialokas
10. Alokasi ruang swap pada disk
Strategi
dan algoritma yang dibahas adalah untuk mencatat memori utama. Ketika
proses akan dimasukkan ke memori utama (swap-in), sistem dapat menemukan
ruang untuk proses-proses itu.
Terdapat dua strategi utama penempatan proses yang dikeluarkan dari memori utama (swap-out) ke disk, yaitu :
· Ruang disk tempat swap dialokasikan begitu diperlukan.
Ketika
proses harus dikeluarkan dari memori utama, ruang disk segera
dialokasikan sesuai ukuran proses. Untuk itu diperlukan algoritma untuk
mengelola ruang disk seperti untuk mengelola memori utama. Ketika proses
dimasukkan kembali ke memori utama segera ruang disk untuk swap
didealokasikan.
· Ruang disk tempat swap dialokasikan lebih dulu.
Saat
proses diciptakan, ruang swap pada disk dialokasikan. Ketika proses
harus dikeluarkan dari memori utama, proses selalu ditempatkan ke ruang
yang telah dialokasikan, bukan ke tempat-tempat berbeda setiap kali
terjadi swap-out. Ketika proses berakhir, ruang swap pada disk
didealokasikan.
3) Manajemen I/O

a. Pengertian
Sering
disebut device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga
operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup).
b. Fungsi
1. Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
2. Menangani interupsi perangkat I/O.
3. Menangani kesalahan perangkat I/O.
4. Menyediakan interface ke pemakai.
c. Teknik I/O
1. I/O Terprogram
Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul
I/O. CPU
mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti
pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring
perangkat.
Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai
dilakukan modul I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih
cepat proses operasinya. Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat
melakukan interupsi kepada CPU terhadap proses – proses yang
diinteruksikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung jawab CPU
sampai operasi lengkap dilaksanakan.
Untuk melaksanakan perintah – perintah I/O, CPU akan mengeluarkan sebuah alamat
bagi modul I/O dan perangkat peripheralnya sehingga terspesifikasi
secara khusus dan sebuah perintah I/O yang akan dilakukan.
2. I/O Interrupt Driven
Teknik interrupt – driven I/O memungkinkan proses tidak membuang – buang
waktu.
Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O
dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah
– perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai menjalankan
instruksi yang diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU bahwa
tugasnya telah selesai.
Dalam
teknik ini kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik
pengambilan
perintah dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat
selangkah kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan
multitasking beberapa perintah sekaligus sehingga tidak ada waktu tunggu
bagi CPU.
3. I/O DMA ( Direct Memory Access )
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt
Driven I/O
memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara
langsung. Hal ini berimplikasi pada :
• Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
• Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi untuk menangani transferdata bervolume besar
dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA).
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU
hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap
pada DMA dan akhir
proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu
dengan interupsi.
d. Komponen I/O
1. Buffer I/O
Buffer
adalah melembutkan lonjakan-lonjakan kebutuhan pengaksesan I/O,
sehingga meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem operasi.Terdapat
beragam cara buffering, antar lain :
a. Single Buffer
Merupakan
teknik paling sederhana. Ketika proses memberi perintah untuk perangkat
I/O, sistem operasi menyediakan buffer memori utama sistem untuk
operasi.Untuk perangkat berorientasi blok.Transfer masukan dibuat ke
buffer sistem. Ketika transfer selesai, proses memindahkan blok ke ruang
pemakai dan segera meminta blok lain. Teknik ini disebut reading ahead
atau anticipated input. Teknik ini dilakukan dengan harapan blok akan
segera diperlukan. Untuk banyak tipe komputasi, asumsi ini berlaku.
Hanya di akhir pemrosesan maka blok yang dibaca tidak diperlukan.
b. Double Buffer
Peningkatan
dapat dibuat dengan dua buffer sistem.Proses dapat ditransfer ke/dari
satu buffer sementara sistem operasi mengosongkan (atau mengisi) buffer
lain. Teknik ini disebut double buffering atau buffer swapping. Double
buffering menjamin proses tidak menunggu operasi I/O.
c. Circular Buffer
Seharusnya
melembutkan aliran data antara perangkat I/O dan proses. Jika kinerja
proses tertentu menjadi fokus kita, maka kita ingin agar operasi I/O
mengikuti proses. Double buffering tidak mencukupi jika proses melakukan
operasi I/O yang berturutan dengan cepat. Masalah sering dapat
dihindari dengan menggunakan lebih dari dua buffer. Ketika lebih dari
dua buffer yang digunakan, kumpulan buffer itu sendiri diacu sebagai
circular buffer. Tiap buffer individu adalah satu unit di circular
buffer.
2. Spooling
Melakukan
penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat
keras I/O tertentu. Manajemen perangkat masukan/keluaran merupakan aspek
perancangan sistem operasi terluas dan kompleks karena sangat
beragamnya perangkat dan aplikasinya.
e. Perangkat I/O
1. Perangkat Keras
- Piranti I/O
Piranti
I/O adalah piranti(perangkat) yang memiliki tugas meminta
input(masukan) dan menghasilkan data (output). Jenis – jenis piranti I/O
:
· piranti penyimpanan, contoh : disk, tape
· piranti transmisi, contoh : network, modem
· piranti antarmuka, contoh : screen, keyboard, mouse
- Device Control
Merupakan device yang digunakan untuk mengendalikan peralatan tambahan di suatu sistem komputer.
- Bus I/O
Bus
adalah lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebuh perangkat
komputer. Karakter bus adalah media tranmisi yang dapat digunakan
bersama. Sedangkan sebuah bus yang menghubungkan komponen-komponen
utama komputer (CPU ,memori,input/output) disebut sistem bus. Sebuah bus
sistem terdiri dari 50 hingga 100 saluran terpisah.
2. Perangkat Lunak
- Interrupt Handler
Interupsi
adalah suatu permintaan khusus kepada mikroposesor untuk melakukan
sesuatu. Program yang melayani suatu interupsi dinamakan Interrupt
Handler.
- Device Driver
Device
driver merupakan perangkat lunak yang terintegrasi pada linux kernel
untuk mengontrol perangkat keras. Jika device driver telah
terimplementasi dengan baik, perangkat yang bersangkutan tidak dapat
disalahgunakan oleh user. Hal ini merupakan fungsi protective dari device driver.
- Subsistem I/O
Menyediakan antarmuka ( interface ) atau fungsi I/O bagi SO atau aplikasi.
- Pustaka I/O Aplikasi
Mengimplementasikan
pustaka pengaksesan I/O atau API (Application Programming Interface)
bagi aplikasi untuk melakukan operasi I/O
0 komentar:
Posting Komentar